Saya adalah anak anjing. Umur saya 15 jelang 16 tahun.
Saya adalah tipe orang yang senang-senang. Lagian, ngapain juga sedih-sedih. Hidup sudah susah coy, ngapain dibikin sedih.
Makanya, menangis adalah musuh saya. Mengeluarkan air mata, is the last thing on earth i'd do. Yeah, kata ibu saya, saya tidak mempunyai perasaan
Lagian, buat apa punya perasaan,Gak guna juga.
Sounds so arogant sih, memang. Cuma that's me! begitu adanya saya.
Maka itu, kata ayah saya "Kamu sakit jiwa". Dia bahkan membawa saya pada psikiater, dua tahun yang lalu. Di ruangan yang menurut saya aneh itu, saya ditanyai pertanyaan yang aneh juga
Psikiater: apa kabar?
Saya: kelihatannya?
Psikiater: kamu baik-baik saja
Saya: itu tau
Psikiater: pernah nonton one liter of tears?
Saya: pernah. yang diikutin indonesia kan?
Psikiater: iyaa! saya sampai menangis tersedu-sedu. Bagaimana rasanya waktu kamu menonton film itu?
Saya: biasa aja. Its just a fckn drama. I dont like it
Psikiater itu terdiam. Lalu dia menunjukan muka bingungnya.Saya dipersilahkan keluar
Saya? tersenyum puas.
Ayah saya? menunjukan muka penuh rasa ingin tau,
Tapi toh, tak akan saya beri tau. Lagian salah sendiri ingin mencari tau. Terimalah saya begini adanya
Tak ada gunanya bertanya!
Friday, July 2, 2010
Thursday, June 17, 2010
Ini adalah awal dari sebuah akhir, sayang
Aku menatap langit malam ini. Suara adzan bergema begitu kencangnya. Tapi toh, aku tak begitu perduli.
Aku tetap memandang langit sore itu, yang mendung.
Esok, hari yang (sebenarnya) sudah ditunggu-tunggu. Esok, aku akan melepas predikat "anak SMP yang labil" menjadi "anak SMA yang dewasa". Banyak yang berharap, agar cepat-cepat masuk ke SMA untuk memulai hidup baru. Namun aku tidak. Kehidupan SMP ku jauh lebih baik daripada nanti, sepertinya.
Kata ibuku semalam " SMP pasti tidak seseru SMA reg! you should know about it, just enjoy the vibe". Nyatanya, kata-kata dia tidak ada efeknya. Aku tetap saja gundah. Aku sangat mencintai masa SMP, sehingga ingin rasanya tetap tinggal dan memohon pada Tuhan agar diberi 1000 hari lagi untuk tetap di SMP, namun apa daya, tak mungkin bisa terjadi kan?
Langit hari ini sepi, tak ada burung berkicau, atau bahkan kalong yang berterbangan. Mungkin sedikit mendung. Suasana ini sangat mendukungku untuk pergi jauh, tenggelam dalam kesedihan yang mendalam. Aku tak mau ada akhir, walau aku tau, kalu ada awl pasti ada akhir.
Taktala aku sedang melamuni langit itu, muncul lah seekor tikus-yang-nista sedang berjaga-jaga. Mungkin(saja) awalnya dia tidak tau bahwa ada aku disitu, di tempat mangkalnya. "Hey manis, sedih ya? haduh manusia hidupnya sedih mulu", kata tikus-yang-nista berkata sambil membereskan tas nya yang isinya kurang(atau tidak sama sekali) penting. "kalo gue sedih, urusan lo ya?" aku menjawab, sedikit serius. "Hey tenang kawan, aku hanya bertanya. Eh, by the way, kenapa sedih sih?" ,tanyanya lagi.Mau tak mau aku harus menjawab pertanyaanya yg satu ini "Esok, ketika matahari hampir terbenam, gue akan berpisah dari teman-teman gue". Seekor tikus-yang-nista itu pun bergidik, lalu menatapku dengan tatapan yang tajam a la mata elang. Buat aku, perilaku nya yang satu ini begitu menjijikan. Maka aku tidak menatapnya balik, sampai dia berkata "Anggap saja ini adalah awal dari sebuah akhir, sayang.". Aku terkaget-kaget, sampai tidak bisa bergerak, speehless. Namun, sebelum berhasil membuat diri saya bisa bertanya apa arti perkataannya, dia sudah berbalik arah, mungkin pulang. Namun dia sempat berkata " Renungkanlah kata-kataku, maka kau akan mengerti". Nyatanya, sudah 1000kali dipikirkan, namun aku tak pernah mengerti.
Aku tetap memandang langit sore itu, yang mendung.
Esok, hari yang (sebenarnya) sudah ditunggu-tunggu. Esok, aku akan melepas predikat "anak SMP yang labil" menjadi "anak SMA yang dewasa". Banyak yang berharap, agar cepat-cepat masuk ke SMA untuk memulai hidup baru. Namun aku tidak. Kehidupan SMP ku jauh lebih baik daripada nanti, sepertinya.
Kata ibuku semalam " SMP pasti tidak seseru SMA reg! you should know about it, just enjoy the vibe". Nyatanya, kata-kata dia tidak ada efeknya. Aku tetap saja gundah. Aku sangat mencintai masa SMP, sehingga ingin rasanya tetap tinggal dan memohon pada Tuhan agar diberi 1000 hari lagi untuk tetap di SMP, namun apa daya, tak mungkin bisa terjadi kan?
Langit hari ini sepi, tak ada burung berkicau, atau bahkan kalong yang berterbangan. Mungkin sedikit mendung. Suasana ini sangat mendukungku untuk pergi jauh, tenggelam dalam kesedihan yang mendalam. Aku tak mau ada akhir, walau aku tau, kalu ada awl pasti ada akhir.
Taktala aku sedang melamuni langit itu, muncul lah seekor tikus-yang-nista sedang berjaga-jaga. Mungkin(saja) awalnya dia tidak tau bahwa ada aku disitu, di tempat mangkalnya. "Hey manis, sedih ya? haduh manusia hidupnya sedih mulu", kata tikus-yang-nista berkata sambil membereskan tas nya yang isinya kurang(atau tidak sama sekali) penting. "kalo gue sedih, urusan lo ya?" aku menjawab, sedikit serius. "Hey tenang kawan, aku hanya bertanya. Eh, by the way, kenapa sedih sih?" ,tanyanya lagi.Mau tak mau aku harus menjawab pertanyaanya yg satu ini "Esok, ketika matahari hampir terbenam, gue akan berpisah dari teman-teman gue". Seekor tikus-yang-nista itu pun bergidik, lalu menatapku dengan tatapan yang tajam a la mata elang. Buat aku, perilaku nya yang satu ini begitu menjijikan. Maka aku tidak menatapnya balik, sampai dia berkata "Anggap saja ini adalah awal dari sebuah akhir, sayang.". Aku terkaget-kaget, sampai tidak bisa bergerak, speehless. Namun, sebelum berhasil membuat diri saya bisa bertanya apa arti perkataannya, dia sudah berbalik arah, mungkin pulang. Namun dia sempat berkata " Renungkanlah kata-kataku, maka kau akan mengerti". Nyatanya, sudah 1000kali dipikirkan, namun aku tak pernah mengerti.
Friday, June 11, 2010
Thursday, May 27, 2010
Friday, May 21, 2010
Me and the deviants
I was in a bored situation and i go browse deviantart. Many many cool arts have uploaded by many interesting artist in that web. So, it makes me exiting to make an account too. Go check out my page by clicking THIS.
I choose to named my deviantart "superbfiest" because i got inspired by word "fiesta". The word is thrilled me anyway, and the word will tell you all how i love hilarity situation. And i added the word "superb" to make it more super and uber and ultra.
I choose to named my deviantart "superbfiest" because i got inspired by word "fiesta". The word is thrilled me anyway, and the word will tell you all how i love hilarity situation. And i added the word "superb" to make it more super and uber and ultra.
Friday, April 30, 2010
Bad Romance
Bad Romace yang ini adalah bukan sebuah kisah cinta biasa
Ini adalah cerita antara saya dan Dia...
Saya bukan lah seseorang yang baik. Saya juga bukan seseorang yang cantik. Saya hanya seseorang yang biasa saja. Yang banyak meminta
Saya adalah orang yang lemah dan penuh kegundahan hidup
Saya ingat ketika saya kemarin menonton film Hachiko, saya menangis segila-gilanya.
Saya ingat ketika saya putus. Saya merasa dunia saya runtuh, dan saya tidak mempunyai semangat hidup seketika.
Saya ingat ketika saya ditolak dua sekolah.
Saya ingat ketika ayah dan ibu saya cerai.
Saya ingat ketika ayah saya melempar asbak rokok ketika saya ketahuan merokok.
Saya ingat ketika ibu saya menjitak saya tekan pensil ketika saya kencing sembarangan.
Saya ingat ketika saya dan teman saya bermusuhan.
Saya ingat ketika saya tidak mendapatkan leading role di suatu pementasan ballet karena jarang masuk.
Saya ingat ketika sepupu saya membenci saya karena sikap saya yang sok bos
Saya ingat ketika kakak saya melempar baju ke muka saya karena saya tidak mengembalikannya dengan benar.
Dan masih banyak ingatan-ingatan lain yang, ya, menyakitkan dan menyedihkan.
Didalam masa-masa seperti itu, saya pergi padaMu. Bercerita, menangis, berteriak minta tolong. Saya benar-benar berada di genggamanMu. Dan itu membuat hatiku nyaman
Tetapi, bila saya sedang melupakan itu semua, ketika saya sedang dilanda kegembiraan, rasa cinta, dan kesenangan duniawi, saya membuangMu ke tempat sampah. MembiarkanMu disitu.
Namun, biarpun begitu, Kau tetap disana. Menanti sampai membusuk. Sampai nanti, saya akan datang lagi, mencariMu. Inilah yang diberi nama kesetiaan.
Saya mengakui kesalahan saya kepadaMu. Saya memujaMu setiap hari minggu, bernyanyi, berdoa, sebenarnya belom ada apa-apanya dibanding kesetiaanmu. CintaMu kepada saya melebihi dari indahnya cinta manusia dan harta duniawi.
Ini adalah kesalahan terbesar saya dalam hidup. Saya berjanji, saya tidak akan meninggalkanMu lagi.
YaAllah
Saya sayang kepadamu
Thursday, April 22, 2010
Surat dari alam
Saya hanya termenung di depan pintu, meratapi apa yang sudah terjadi
Now, my self is officially single. And that"s bad
Saya sudah terjerumus akan manisnya cinta. Namun, disini bukan cinta yang salah
Yang salah adalah orangnya, dia dan saya.
Kegundahan hati ini membuat saya berteriak "TOLONG! SAYA SAKIT!"
Dan suara dari alam menjawab
"Jangan kau takut. Walaupun ternyata, dia bukan punyamu lagi.
Selama angin masih menyapa
Selama burung tetap berkicau
Selama matahari tetap tersenyum
Selama dunia ini tetap bersatu dengan alam
I think you'll be okay"
Dan seketika, saya bergantung pada alam
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
- a hello (1)
- art (6)
- digital imaging (14)
- life (3)
- naration (14)
- ngelantur (7)
- photograph (10)
- poem (3)
- poetry (2)
- promotion (1)
- skenario dunia nirmala (7)
- sketch (1)
- storries (16)
- Story (4)
