Pages

Showing posts with label Story. Show all posts
Showing posts with label Story. Show all posts

Tuesday, October 7, 2014

P*RN

Laura Hutton




“I love the idea about nudity seen as an art
Because human body is a beautiful canvas you can’t even imagine.
I lust every inch of the skin, i love how fingers playing on my hand.
Its like they are producing a very good instrument. It feels like that. It always feels like that.
I appreciate human body as much as i appreciate nature.
And i againts people who call me an exhibitionist.
Because I simply praise physical appearance and visualisation”



regards,


zombiegail

Sunday, September 29, 2013

Skenario 6 Dunia Nirmala: Masa Depan dan Kegadisan


Nirmala bergidik tajam kearah senja. Miris, teriris sepi. Matanya tak berkedip. Seakan sesuatu akan segera berakhir. Walau akhirnya pandangan itu beralih, namun tajamnya mata itu tetap mengiris keheningan sore hari di sebuah bukit. Jauh dari manusia. Sunyi.
Senja ini, Nirmala terduduk, bermain dengan fikirannya sendiri yang melambung jauh tak tentu. Manusia sudha menjadi gila akhirnya. Dengan segala kefasikkan yang mengganggu manusia lain. Serigala makan serigala lain. Setan sudah menyatu di kehidupan, semua sudah jadi gila.
Seorang gadis terduduk lesu dibawah bukit tersebut. Terisak menangis. Nirmala menghampiri dan hanya sekedar bertanya, namun dibalas dengan senandung duka air yang meluncur keluar bersamaan dengan bulir air matanya yang membanjiri rumput hijau ini.

Perawan
Nada: C minor
(pelan tapi pasti)
Ada yang salah ketika saya sudah lain
Ada yang salah ketika saya sudah bukan seorang gadis
Ada banyak alas an mengapa saya sudah menjadi wanita
Dan tidak bias dijelaskan dengan nada yang biasa
Tidak semua yang sudah lepas
Adalah seorang yang hina
Seorang yang kurang pantas
Seorang yang tidak lebih dari seekor binatang
Tidak semua yang sudah melepaskan kegadisannya
Adalah orang yang tidak berhak menatap masa depan
Atau mebina kehidupan yang layak

Setelah senandung sendu itu usai, Nirmala menatap kearah matahari sore.
Apa hubungannya keperawanan dengan masa depan? Bukankah tidak ada bedanya seseorang yang sudah melepas dan masih menjaga? Bahkan banyak diantaranya yang menjaga namun menyakiti. Menjadi seorang yang melepas, bukanlah seorang yang hina. Masalah sudah lepas atau belum sama sekali adalah dari diri sendiri. Dan keperawanan bukanlah tolak ukur untuk Negara maju, tetapi untuk Negara yang diam di tempat.

Atau kah ini adalah Negara yang diam di tempat?
Negara kosong?
Negara yang bingung?
Dan Nirmala tertawa sekeras mungkin. Merasa lucu dengan fikirannya sendiri. Lalu melihat ke bawah. Mendengar teriakkan omong kosong para manusia sama seperti menonton komedi, lucu dan menghibur.

Tuesday, July 23, 2013

Future.


As cliche as it may sound, yes we have to make our future self owe us. No regret to see, no regret to think. Do something that you love the most, for your own good. Live your passion. Make the impossible possible. Have a good eve!

Friday, July 19, 2013

A great perhaps

Well, sebelumnya, i am really sorry to you guys because it supposes to be dunia nirmala post but sadly my brain is creative block nowadays. Salah dunia? Tidak juga. Namun tak apa bila sekali-kali saya bercerita dalam bahasa tanpa EYD dan kiasan. Tak selamanya cerita bisa di kiaskan, bukan?

Saya terlahir dari keluarga campuran Sunda-Manado. Benar-benar aseli Sunda-Manado. I have a 9 years gap sister. Yes, i am the second daughter of two. Keluarga saya bukanlah keluarga sempurna. My mom and dad officially divorced when i was only 9 and surely it was a hard time. Saya ingat, saya harus pindah sekolah, berbarengan dengan kakak saya yang masuk kuliah. Bertahun-tahun saya hidup menumpang dirumah tante saya di Cinere. Saya tau mama saya tidak mempunyai banyak uang, namun tetap membuat keadaan menjadi "ada uang" dan berkecukupan. Mama saya tidak pernah tidak membelikan barang yang saya mau. Mama saya tetap mendukung apapun kegiatan saya juga kakak saya. I have to say that she was working to the bone, struggelling untuk membuat kehidupan saya tetap seperti dulu. Like it used to be.

Lalu ada saatnya ketika mama dan papa saya mencoba kembali bersama, for 3-4 years. Mereka mencoba lagi for the sake of their children. Well, it went well at the first but something ruined their relationship. Something called cheating. It began last year, when i thought everything's okay. And my Life become more misserable (at least for me) from january untill now.

Kalau boleh jujur, saya sudah kenyang sama perselingkuhan. Well, its not only my parents who hurt me, it was someone i love, who cheated on me. He broke my heart into pieces, when i need shoulder to lean on, someone to talk to, a tight hug when i cry a river. Saya saat itu merasa ingin quit dari hidup. Saya buta, saya jatuh. Nggak tau mau percaya siapa. Well, i have my friends who have my back, i trust them. They are exceptable. Mereka berlomba-lomba buat saya senang and walk confidently through this storm. Mereka tau saya bukan tipe orang yang suka kasih jawaban klise untuk sebuah solusi, mereka pun memberi saya beragam solusi yang tidak klise. Saya hargai itu. Mereka mengajari saya dan menuntun saya maju, melawan badai hidup saya.

Saya kira itu semua sudah selesai, tapi terulang lagi. Saya bingung. Berkali-kali dalam doa saya bertanya ada apa sebenarnya. Apa yang Dia mau sehingga memberi saya badai ini. Salah bunda mengandung? Ah tidak juga. Namun akhirnya saya sadar, bahwa Dia cuman mau saya punya turning point dalam hidup. You know what? Gue melakukan observasi tentang hidup gue kebelakang, sekedar untuk renungan. Saya banyak berbuat jahat ke orang. Saya jahat. Saya jahat. Saya pernah jahat. Dan ini semacam payback or in return atau teguran, yang mungkin bisa membawa saya menjadi lebih baik lagi.

To make long story short, i was in my lowest level and i am still on it. Tapi saya berusaha untuk tetap berdiri dan menatap langit. Walau untuk sekedar melangkah belum bisa, namun paling tidak saya sudah bangkit, to start my life all over again. I read one of John Green' book, looking for alaska judulnnya and i feel trully connected with the book. The main character is trying to find a great perhaps and so do i. I feel like a fool because i once decided to quit, because that is not the answer. Maybe, for now, i might try to find a great perhaps. A great answer.
Saya sedang memanggil kehidupan dan kepingan hati saya yang hilang untuk kembali lagi. Wish me all the luck!

Labels