Pages

Friday, April 30, 2010

Bad Romance

Photobucket


Bad Romace yang ini adalah bukan sebuah kisah cinta biasa
Ini adalah cerita antara saya dan Dia...


Saya bukan lah seseorang yang baik. Saya juga bukan seseorang yang cantik. Saya hanya seseorang yang biasa saja. Yang banyak meminta

Saya adalah orang yang lemah dan penuh kegundahan hidup

Saya ingat ketika saya kemarin menonton film Hachiko, saya menangis segila-gilanya.
Saya ingat ketika saya putus. Saya merasa dunia saya runtuh, dan saya tidak mempunyai semangat hidup seketika.
Saya ingat ketika saya ditolak dua sekolah.
Saya ingat ketika ayah dan ibu saya cerai.
Saya ingat ketika ayah saya melempar asbak rokok ketika saya ketahuan merokok.
Saya ingat ketika ibu saya menjitak saya tekan pensil ketika saya kencing sembarangan.
Saya ingat ketika saya dan teman saya bermusuhan.
Saya ingat ketika saya tidak mendapatkan leading role di suatu pementasan ballet karena jarang masuk.
Saya ingat ketika sepupu saya membenci saya karena sikap saya yang sok bos
Saya ingat ketika kakak saya melempar baju ke muka saya karena saya tidak mengembalikannya dengan benar.

Dan masih banyak ingatan-ingatan lain yang, ya, menyakitkan dan menyedihkan.

Didalam masa-masa seperti itu, saya pergi padaMu. Bercerita, menangis, berteriak minta tolong. Saya benar-benar berada di genggamanMu. Dan itu membuat hatiku nyaman

Tetapi, bila saya sedang melupakan itu semua, ketika saya sedang dilanda kegembiraan, rasa cinta, dan kesenangan duniawi, saya membuangMu ke tempat sampah. MembiarkanMu disitu.

Namun, biarpun begitu, Kau tetap disana. Menanti sampai membusuk. Sampai nanti, saya akan datang lagi, mencariMu. Inilah yang diberi nama kesetiaan.

Saya mengakui kesalahan saya kepadaMu. Saya memujaMu setiap hari minggu, bernyanyi, berdoa, sebenarnya belom ada apa-apanya dibanding kesetiaanmu. CintaMu kepada saya melebihi dari indahnya cinta manusia dan harta duniawi.
Ini adalah kesalahan terbesar saya dalam hidup. Saya berjanji, saya tidak akan meninggalkanMu lagi.

YaAllah

Saya sayang kepadamu

Thursday, April 22, 2010

Surat dari alam

Photobucket

Saya hanya termenung di depan pintu, meratapi apa yang sudah terjadi
Now, my self is officially single. And that"s bad
Saya sudah terjerumus akan manisnya cinta. Namun, disini bukan cinta yang salah
Yang salah adalah orangnya, dia dan saya.

Kegundahan hati ini membuat saya berteriak "TOLONG! SAYA SAKIT!"
Dan suara dari alam menjawab


"Jangan kau takut. Walaupun ternyata, dia bukan punyamu lagi.

Selama angin masih menyapa
Selama burung tetap berkicau
Selama matahari tetap tersenyum
Selama dunia ini tetap bersatu dengan alam

I think you'll be okay"

Dan seketika, saya bergantung pada alam

Sunday, April 4, 2010

Lazy Morning

Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket
Photobucket


Photobucket

Photo taken by: Regina Abigail and Dinda Dhaneswara
Digital imaging by: Regina Abigail
camera:Sony Super Steady Shot DSC-T70 Digital Camera





Tuesday, March 30, 2010

Thursday, March 18, 2010

Iler Rebus

Saya terdiam. Ketika seorang teman berkata "Dia sudah HTSan kali reg, gausah dipusingin". Ah bagaimana tidak dipusingin "WOOOY udah cukup cinta ya! sudahlah!". Lalu memilih untuk bahagia, meski tetap kepikiran.
Lalu saya pulang. langsung lari membuka komputer, dan lewat twitter, saya mengungumkan kepada teman2 kelas saya ( yang juga temannya) kalau saya perlu bicara. Satu teman saya berkata bahwa saya harus menirimkan dm(direct mssg) lewat twitter untuk menceritakannya. Kurang dari 140 karakter, dengan lugas, singkat dan padat, saya menceritakan hal tersebut. Namun, jawabannya adalah:
"Oh,sok tau itu si dia! orang gaakada yang htsan yaelah". Haduh semakin bingung

Iler keluar dari mulut saya yang ternganga. Dia menyapa saya" Hay cantik, sendirian saja". Aku hanya diam lalu melirik sbentar, dan mengelapnya supaya tidak mengotori baju saya. Namun, tak lama, si iler kemudian keluar lagi. Kali ini dia berteriak dengan suara (paling) lantangnya" Hey cantik, kau bersedih? cerita saja sama gue, pasti gue bisa bantu kok!". Seketika saya menoleh. Tak percaya. Yang bicara benar-benar si iler itu!. "Gue patah hati!", kata saya menjawab pertanyaanya. "Oooh patah hati itu biasa lagiii", kata si iler seraya turun dari arah mulut ke arah pundak. "Alah, sok tau lo! iler aja belagu, yaelah", saya menjawab dengan muka meremehkan. Si iler bergidik lalu berkata " Saya memang bukan human being cuman, saya kan sering tuh, mendengar kata-kata bijak yang keluar dari mulutmu buat ngobatin hati orang lain yang lagi patah hati! makanya, saya keluar dari mulutmu itu untuk bertanya. Karena saya heran, masa dokter cinta bisa sakit hati!".

Deg! kata-kata iler mebuatku sadar. Saya suka memberi semangat kepada orang-orang yang sedang patah hati. Kata-kata itu pun lebih dari kata "sabar" yang sudah standart diucapkan orang-orang yang menghibur teman-temannya yang sedang dilanda sakit hati. Bahkan, kata sepupu saya, saya adalah dokter cinta nomer satu yang selalu ampuh bikin orang sakit hati jadi sembuh. Saya jadi bingung akan diri saya sendiri.

"Hoy! diem saja!", si iler mengagetkan saya. "Kata lo kan, letting go is sooo much easier than moving on, kok kamu gak menerapkan sih ke diri lo aja?". Saya diam tidak menjawab. Saya masih sibuk dengan komputer dan menatapi twitter saya. Namun, si iler tetap berusaha "Wooy gue taudah lo gak bakal denger gue, tapi yaaa masa lo lupa sih sama omongan lo! semua omongan dan nasehat cinta lo, udah bikin orang sembuh dari patah hatinya, nah, lo malah gak bisa bikin diri lo sembuh sih?". Saya merenungi kata-kata si iler. ada benernya juga ya. "Hey iler, terima kasih ya telah mengingatkanku". Sekarang, gantian dia yang diam, malahan pergi jatuh ke lantai. "Apa kata lo aja deh cantik! aku harus melebur dengan lantai mu dan membuatnya kotor. Daaaaah!". Saya terdiam, kesal memandangi si iler, lalu berteriak:
Photobucket

Tuesday, March 16, 2010

Kacung dan haknya

Saya duduk dipinggir jendela, melihat si Kacung berdiri didepan rumah itu. Maminya, memanggil dengan lantang" Hay cepat sini! dasar monyet!". Si kacung cuma diam. Malahan lari entah tak jelas arah, ya pokoknya menjauhlah dari rumah itu.

Saya tertegun, menjadikan saya ikut menjauhi jendela, lalu keluar rumah, untuk mengikuti dia. memang agak gila sih, mengikuti orang, tanpa ada maksud dan tujuan. Hey, tunngu! saya ada tujuanya! saya ingin mengetahui apa yang telah terjadi. Kesannya, saya adalah orang yang want-to-know aja urusan orang lain. Tapi, yasudahlah, tidak mengganggu kalian juga kan??

Si Kacung terhenti disebuah pilar. Biasanya, itu tempat nongkrong Bang Hanid, si ketua geng motor kelas bawah. Tapi, hari ini sepi sekali. Oh ya, kemarin kan ada razia geng motor. Jadi ya, mungkin saja dia sudah pergi kocar-kacir entah kemana. Ah sudahlah, lupakan si Hanid, kita kembali ke Kacung. Kacung berdiri, lalu berlutut, dan tiba-tiba saja menangis "Saya tau, Gin. Kamu mengikuti saya sejak tadi. Saya tau itu". Saya bingung, entah mengapa. "Kamu kenapa? ada masalah sama si mami?". Kacung berbalik arah dan berkata "Saya ini nista! saya seumur kamu, tapi saya sudah dijual!". Saya kembali membalas "Kamu???? pecun?". Kacung terdiam, dia malah mendendangkan lantunan lagu khas sinden jalanan. Suaranya lumayanlah, walau tak sebagus Anggun C Sasmi atau siapalah itu. Dia kemudian berkata "Engkau tau itu" lalu dia bercerita tentang dirinya melalui sebuah lagu;

Kacung(bukan judul sebenarnya)
nada:Do

Aku adalah seorang anak perempuan yang tidak pernah dihargai keluarga
Kakak2ku adalah semuanya laki-laki
Dan aku sendiri yang perempuan
Mami, begitu panggilan untuk ibuku dan Papi, panggilan untuk ayahku, tak menghargai adanya perempuan
Sebab Mami pun laki-laki. Transgender
Kata mereka, aku dititipi oleh seorang munafik, yaitu ibu kandungku. Yang tak lain adalah istri pertama Papiku. Ayah dari kakak2ku juga
Papiku sakit jiwa. Iya tidak ya?


Lalu si Kacung berhenti menyanyikan lagu, dan berteriak

Photobucket

Kacung pun terjatuh
Badannya yang kurus itu terjatuh ke tanah.
Dia pun berbisik

Photobucket

dia pun tertidur. tanda orang meninggal
saya lari.
takut dikira membunuh.

esoknya, saya kembali kesana, dan ibu saya berkata
"Kacung kemarin mati disini"

saya hanya diam
.....

Sunday, March 14, 2010

SAYA DAN DEFINISI TENTANG CINTA

Ya, saya tau. Di dunia ini tidak pernah lepas dari kata C-I-N-T-A

Karena diri saya sendiri butuh cinta. Anda, kalian, dan mereka juga pasti memerlukan cinta.

Kemarin, saya sedang dilanda kesusahan luar biasa, lagi-lagi, ya karena cinta itulah.
Saya dan seseorang berjalan dari arah yang sama, yaitu dari barat laut ke timur laut, dan disebuah lautan lepas yang sama, seperti orang lain. Saya bertanya padanya "Hay, apa maumu?" lalu dia pun menjawab "saya mencintaimu".

I was like "Whaaaaat? what the hell are you?" lalu saya pun mengelak dengan tegas.
Buat saya, that people is stranger, dan saya perlu mengenal lebih dalam dirinya, maka itu saya perlu waktu.

Kemudian, sang pangeran dari alam mimpi yang telah berlalu datang. Begging me for my love and singing the song Pelita Hati by *bla-bla* band(that i dont want to tell you all. Its just my past's secret). Saya jelas bingung disini. Buat apa kemarin kau meninggalkan diriku sendirian di planet Mars dan menyuruh diriku pulang sendiri pesawat Apolo 19 umtuk pulang ke tempat tidurku. Itu sakit, sayang, kau harus tau itu.

Lalu, sebuah perceraian. Saya merasa trauma akan hal itu. Ini semua karena kesalahan dia yang menjadi panutan saya, mengalami suatu hal yang dinamai perceraian dengan pasangannya.

Sekarang, saya merasa bingung, ketika ibu saya bertanya pada saya, apa itu cinta?
Saya hanya bisa terdiam, lalu menangis bingung. Semua kejadian telah merubah mindset saya tentang cinta. Dari sebuah cinta abadi, lalu menjadi kekesongan hampa yang begitu mengecewakan, lalu menjadi cinta yang hambar tak ada rasanya.

Saya mengurung diri lalu bertanya dalam kamar. Lalu, memulai pergumulan saya selama ini, yaitu, pergumulan tentang definisi cinta. Apa yang harus saya lakukan dalam pergumulan yang tak usai-usai ini?. Dan saya pun semakin menjadi bingung

Ku putuskan esoknya saya untuk mengembara, untuk pergi mencari jawaban akan pergumulan ini semua. Dan perjalanan ini, tak akan membawaku pulang, ke dunia nyata. Dan terus membawa saya ke dunia mimpi. Tak berujung dan kerontang.

Labels