Pages

Saturday, May 3, 2014

Black and White, Time to Time


The Little Boy
Photo and Digital Imaging by yours truly


The Couple
Photo and Digital Imaging by yours truly



Langit dalam Hitam dan Putih
Photo and Digital Imaging by yours truly


Would You Mind a Cup of Coffee?
Photo and Digital Imaging by yours truly


Kiss Me, Douggie
Photo and Digital Imaging by yours truly

Photos above are my fave black and white photoworks i made years ago. Time does flies so fast i cant even chase it. Time for another photoworks!



xo,


zombiegail


Saturday, April 5, 2014

Lelah

Saya sedang sibuk mengejar mimpi. Saya tertegun menatap layar.

Saya sedang berada di luar kota, mencari inspirasi. Bumi tempatku menapak biasanya, Sedang sedikit membuatku kecewa. Dunia pendidikan, terlebih.

Memilih menjadi seorang mahasiswa mode adalah bukan sebuah pilihan biasa. Kain yang mungkin tak berarti sebagian manusia namun kini menjadi musuh terbesar saya. Lalu sejarah baju yang sebelumnya menjadi salah satu yang saya senangi, menjadi salah satu batu sandungan saya.

I dont think i am going to pass this semester smoothly. I feel like i am giving up. Too much pressure.

Saya lelah. Ingin mati saja.

Atau ingin menjadi putri tidur, lalu bangun ketika semuanya sudah menjadi sesuatu yang bahagia.

Lalu saya tertegun. Memandangi bukit-bukti di Buittenzorg siang ini.
Merasa bodoh, karena hampir menyerah.

Kembali pada masa awal saya memutuskan menekuni bidang ini, saya pernah berucap "Saya adalah seorang beruntung yang bisa berada disini". Merasa ditampar oleh ucapan sendiri, saya menyadari bahwa saya tidak bisa seperti ini.

Berusaha dahulu sebelum menyerah.

Bukan akhir dari sesuatu yang disebut akhir. Jalan saya, bahkan belum menjadi setengah jalan. Menyerah belum pernah menjadi kata-kata yang sering diucap.
Mimpi saya, untuk bisa berada nun jauh di Italia, harus di realisasikan.

Namun sebelumnya, ada 2 tahun (dan 1 tahun untuk meraih sarjana seni) yang harus dilewati untuk sampai kesana.

Bukan banyak jalan menuju Roma, tetapi selalu ada jalan menuju Roma.



Bogor, siang ini.



zombiegail

Friday, January 10, 2014

(muse(ic)) Capital Cities



.
click here to their website

 
 
So happy that they are listed on 2014 Coachella. But so sad i cant attend Coachella.
 
 
I wish i can go to Coachella one day.
 
xx!

Friday, January 3, 2014

(Pho(r)tofolio) SHADOW








Talent: Dinda
Style, Make-up, Photography, and Digital Imaging: Yours trully
 
My latest photoshoot, est. 2013 (i forgot the month, sorry)
Playing on color and shadow this time i hope you enjoy it

And oh! its 2014 already, gotta work my ass off to finish my degree. For your information, i am now a student in an international fashion school at Jakarta. Yes, i finally choose fashion over anything.

 


xx

zombiegail


ps: more photos are coming up

Saturday, October 19, 2013

Untuk kamu yang selalu ingin tau

Saya orang yang tertutup
Tak ada gunanya mengulik setiap jengkal masa lalu saya

Lagi pula, bukan urusan.
Urus saja diri sendiri!

Bukan sekedar arogan maupun keangkuhan
Tetapi lebih kepada pengakuan.

Tidak ada gunanya sayang, menatap diri saya
Dari pandangan masa lalu saya
Cobalah menjadi seseorang
Yang hidup pada hari ini
Bukan yang melihat kebelakang
maupun kedepan

Hidup satu-satu saja, jangan sekaligus
Nanti repot, malah terjatuh
Kalau sudah terjatuh, yang repot juga banyak.

Jadi,
Jangan coba lagi
Menanyakan apa yang terjadi dulu
Sehingga saya menjadi seperti sekarang

Yang jelas, bukan urusan anda

Sunday, September 29, 2013

Skenario 6 Dunia Nirmala: Masa Depan dan Kegadisan


Nirmala bergidik tajam kearah senja. Miris, teriris sepi. Matanya tak berkedip. Seakan sesuatu akan segera berakhir. Walau akhirnya pandangan itu beralih, namun tajamnya mata itu tetap mengiris keheningan sore hari di sebuah bukit. Jauh dari manusia. Sunyi.
Senja ini, Nirmala terduduk, bermain dengan fikirannya sendiri yang melambung jauh tak tentu. Manusia sudha menjadi gila akhirnya. Dengan segala kefasikkan yang mengganggu manusia lain. Serigala makan serigala lain. Setan sudah menyatu di kehidupan, semua sudah jadi gila.
Seorang gadis terduduk lesu dibawah bukit tersebut. Terisak menangis. Nirmala menghampiri dan hanya sekedar bertanya, namun dibalas dengan senandung duka air yang meluncur keluar bersamaan dengan bulir air matanya yang membanjiri rumput hijau ini.

Perawan
Nada: C minor
(pelan tapi pasti)
Ada yang salah ketika saya sudah lain
Ada yang salah ketika saya sudah bukan seorang gadis
Ada banyak alas an mengapa saya sudah menjadi wanita
Dan tidak bias dijelaskan dengan nada yang biasa
Tidak semua yang sudah lepas
Adalah seorang yang hina
Seorang yang kurang pantas
Seorang yang tidak lebih dari seekor binatang
Tidak semua yang sudah melepaskan kegadisannya
Adalah orang yang tidak berhak menatap masa depan
Atau mebina kehidupan yang layak

Setelah senandung sendu itu usai, Nirmala menatap kearah matahari sore.
Apa hubungannya keperawanan dengan masa depan? Bukankah tidak ada bedanya seseorang yang sudah melepas dan masih menjaga? Bahkan banyak diantaranya yang menjaga namun menyakiti. Menjadi seorang yang melepas, bukanlah seorang yang hina. Masalah sudah lepas atau belum sama sekali adalah dari diri sendiri. Dan keperawanan bukanlah tolak ukur untuk Negara maju, tetapi untuk Negara yang diam di tempat.

Atau kah ini adalah Negara yang diam di tempat?
Negara kosong?
Negara yang bingung?
Dan Nirmala tertawa sekeras mungkin. Merasa lucu dengan fikirannya sendiri. Lalu melihat ke bawah. Mendengar teriakkan omong kosong para manusia sama seperti menonton komedi, lucu dan menghibur.

Paham


Memahami sesuatu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Tidak semudah menatap bulan
Tidak semudah meminum air
Tidak semudah mengucapkan “aku sayang kamu”
Tidak semudah menyematkan cincin di jari manis
Bahkan, tidak semudah berjalan di gurun pasir.


Memahami sesuatu, lebih seperti menatap matahari.
Seperti berjalan diatas beling
Seperti menelan racun
Seperti dikhianati
Seperti melupakkan sesuatu yang sulit dilupakan
Bahkan, seperti menatap bayangan kalbu di senja hari yang kosong

Ketika kita mencoba memahami sesuatu, pasti ada sebuah tembok berhalang yang membuat kita ragu dan sulit memahami, lalu lahirlah manusia egois. Tak ada guna menyanyikan senandung keceriaan kalau ada ke-egois-an di dunia yang fana ini.
Susah memang, maka saya belajar. Belajar memahami dunia dan kegilaannya.

Dari saya yang mencoba memahami,


zombie

Labels