Pages

Friday, July 19, 2013

A great perhaps

Well, sebelumnya, i am really sorry to you guys because it supposes to be dunia nirmala post but sadly my brain is creative block nowadays. Salah dunia? Tidak juga. Namun tak apa bila sekali-kali saya bercerita dalam bahasa tanpa EYD dan kiasan. Tak selamanya cerita bisa di kiaskan, bukan?

Saya terlahir dari keluarga campuran Sunda-Manado. Benar-benar aseli Sunda-Manado. I have a 9 years gap sister. Yes, i am the second daughter of two. Keluarga saya bukanlah keluarga sempurna. My mom and dad officially divorced when i was only 9 and surely it was a hard time. Saya ingat, saya harus pindah sekolah, berbarengan dengan kakak saya yang masuk kuliah. Bertahun-tahun saya hidup menumpang dirumah tante saya di Cinere. Saya tau mama saya tidak mempunyai banyak uang, namun tetap membuat keadaan menjadi "ada uang" dan berkecukupan. Mama saya tidak pernah tidak membelikan barang yang saya mau. Mama saya tetap mendukung apapun kegiatan saya juga kakak saya. I have to say that she was working to the bone, struggelling untuk membuat kehidupan saya tetap seperti dulu. Like it used to be.

Lalu ada saatnya ketika mama dan papa saya mencoba kembali bersama, for 3-4 years. Mereka mencoba lagi for the sake of their children. Well, it went well at the first but something ruined their relationship. Something called cheating. It began last year, when i thought everything's okay. And my Life become more misserable (at least for me) from january untill now.

Kalau boleh jujur, saya sudah kenyang sama perselingkuhan. Well, its not only my parents who hurt me, it was someone i love, who cheated on me. He broke my heart into pieces, when i need shoulder to lean on, someone to talk to, a tight hug when i cry a river. Saya saat itu merasa ingin quit dari hidup. Saya buta, saya jatuh. Nggak tau mau percaya siapa. Well, i have my friends who have my back, i trust them. They are exceptable. Mereka berlomba-lomba buat saya senang and walk confidently through this storm. Mereka tau saya bukan tipe orang yang suka kasih jawaban klise untuk sebuah solusi, mereka pun memberi saya beragam solusi yang tidak klise. Saya hargai itu. Mereka mengajari saya dan menuntun saya maju, melawan badai hidup saya.

Saya kira itu semua sudah selesai, tapi terulang lagi. Saya bingung. Berkali-kali dalam doa saya bertanya ada apa sebenarnya. Apa yang Dia mau sehingga memberi saya badai ini. Salah bunda mengandung? Ah tidak juga. Namun akhirnya saya sadar, bahwa Dia cuman mau saya punya turning point dalam hidup. You know what? Gue melakukan observasi tentang hidup gue kebelakang, sekedar untuk renungan. Saya banyak berbuat jahat ke orang. Saya jahat. Saya jahat. Saya pernah jahat. Dan ini semacam payback or in return atau teguran, yang mungkin bisa membawa saya menjadi lebih baik lagi.

To make long story short, i was in my lowest level and i am still on it. Tapi saya berusaha untuk tetap berdiri dan menatap langit. Walau untuk sekedar melangkah belum bisa, namun paling tidak saya sudah bangkit, to start my life all over again. I read one of John Green' book, looking for alaska judulnnya and i feel trully connected with the book. The main character is trying to find a great perhaps and so do i. I feel like a fool because i once decided to quit, because that is not the answer. Maybe, for now, i might try to find a great perhaps. A great answer.
Saya sedang memanggil kehidupan dan kepingan hati saya yang hilang untuk kembali lagi. Wish me all the luck!

Tuesday, July 9, 2013

Sakit.

Saya masih banyak memendam kegelisahan dalam hati. Terlalu banyak hal yang tidak bisa saya ungkapkan, baik dengan sekedar menulis atau berbicara lantang, apalagi berteriak. Rasanya saya tak mempunyai sedikitpun energi untuk melakukan salah satu hal diatas.

Kekecewaan ini terus ada, menorehkan bekas luka yang tak kunjung sembuh. Mengapa saya ditelantarkan begitu saja. Mengapa saya dibuat mengemis untuk sesuatu yang seharusnya menjadi hak saya. Mengapa kau gantungkan hidupku. Mengapa lantas kau buatku kecewa, padahal aku ini darah dagingmu?

Kalau kau kesal dengan induk betinaku, tak seharusnya kau juga membenciku.

Aku rasa kamu benci aku.


Karena kamu tega.

Tuesday, June 18, 2013

Holiday photo series: Bkk









Buat saya, bukan apa-apa, namun penting untuk dipertunjukkan.
Bukan sebangsa, bukan serumpun, bukan se tanah air.
Hanya saja, saya selalu merasa, negeri ini seperti rumah.
Yang membuat saya selalu Ingin kembali.

For the love of Siam

*a quick post




Sunday, June 16, 2013

et cetera.

It has been a long time no writing here. Honestly, i have been through a lot this year, maybe this half-of-year.
Stop. I rarely using english in this blog, aye? pardon my english. Not my mother tongue so i am not speaking english fluently. Pardon my english.
Why should i write in english? *too much asking* i just want to. going back to the topic shall we?

Yes. i have been through a lot. I am really sick of the word cheating and betraying and so on so on. I am sure these fucking tings affected in my life. I am sure i got bad scores and almost fail in my school (eventho i passed it, and i graduated). I am sure i dont feel okay. I am sure about everything.

What happened these past few months, are all hard. I cant really face the truth and i ended up hurting my self even more. I am a human. I make mistakes. I loose weight more than 5 kilos, for only 2 weeks. I gained more but not much, and then something hit me again and loose another kilos. And the worst of all,  I choose to be the old rebel me. How pathetic is my life nowadays.

But now i know, i dont have to give any shits to these shits. This thing, is one of my growing up part. I know, eventho i cant, nobody cant, but The Man above can. Now i move on, and trying to grow bigger and bigger, to let them see, i am more than they know. And with my strength, i will rule my world.


reginabigail


ps: i am preparing for another Dunia Nirmala. Be ready for the next adventure. I guarantee this is not another adventure. ciao

Monday, February 11, 2013

Menolak lupa

Saya bukanlah pujangga yang tau arti sebuah kata yang berawalan C ini.

Namun, bukan juga pujangga yang tidak mengerti apa-apa.


Saya terjatuh, ketika harus terjatuh, sudah takdir dari yang Kuasa, kalau saya harus terjatuh. Sakit rasanya namun tak dapat membohongi rasa dalam hati ini. Hati yang tersakiti ini, tetap mempunyai mata yang jujur, karena terlihat bahwa rasa sayang ini tak bisa memudar sekalipun. Masih menyelimuti jiwa dan raga, menutupi angan dalam kelambu. Saya tidak mengerti apa itu arti cinta buta, karena perasaan itu melihat. Saya tau apa yang saya rasa, kepingan ini, hanya untukmu seorang. Saya mungkin di cerca atas apa yang hati saya lihat, namun itulah hati ini. Hati yang siap denganmu, susah, sedih, senang. Hati yang selalu kau perlukan.
Rasa ini, tidak akan pernah padam. Karena api cinta ini, dibuat untuk menyala selamanya. Rasa ini, dibuat tetap muda, walau fisik dan jiwa termakan ombak waktu. Bahkan maut pun, tak akan mampu menghadang rasa ini padamu. Aku, menolak lupa akan perasaan ini. Kelak, kau akan tau dan mengerti, walau aku menyakiti mu, tapi rasa ini, cinta ini, sayang ini, adalah sesuatu yang sungguh dan selamanya.


Jakarta, 12 Februari 2013


Dari cinta untuk cinta

Sunday, October 7, 2012

Tarian bulan sabit

Apa yang sedang terjadi dalam tempurung kita, tidak lebih karena keserakahan. Soddom dan Gomora, bukan hanya cerita dalam kitab suci alkitab, namun selangkah lagi menjadi kenyataan.
Bagaimana bisa, tempurung ini dipenuhi oleh orang-orang pengecut? Bagaimana bisa tempurung ini terisi para pencuri, ketika dasar hidup yang dipakai, mengumandangkan Ke-Tuhanan yang Maha Esa?
Bukan salah ibu mengandung, sayang
Bukan salah bapak berharap, cinta
Kami semua dilahirkan degan harapan yang baik.
Jadi anak teladan, jadi anak yang baik. Klise. Tapi siapa yang tidak mau?
Apakah ada orang tua yang berharap, nanti anak saya akan menjadi serakah?
anak saya akan mengambil uang rakyat?
anak saya akan menghujat manusia lain karena dia minoritas
Saya rasa hanya orang tua gila yang berharap anaknya menjadi gila sepert itu.

Orang gedongan merajalela, rakyat kecil semakin terbengkalai. Gedung tinggi dibangun, orang kecil yang jd tumbal. Orang besar makan duit orang kecil. Baru jadi penggeda beberapa bulan, mobil sudah kualitas tingkat tinggi dari negeri italia. Siapa yang salah disini? semuanya? mungkin.

Ketika semua orang bergidik membaca tulisan ini, yang akan saya lakukan hanya menari dibawah cahaya bulan sabit malam nanti.

Tuesday, January 3, 2012

Masa Depan, bukan punya dia tapi punya saya

Hay
Its been forever since my last post, aye? ehm yeah, school forced me to stay on the track so have no time for any art thoughts. Sad, isnt it?
Sebenarnya, sekarang gue lagi fokus buat nerusin hobi gue di bidang fotografi dan digital imaging. You know, kalo lihat post-post gue yang dulu, i sometimes put a photography post di sela sela post tulisan.
Awalnya, gue gak begitu serius di bidang fotografi. Ada 3 alasan kenapa dulu "i-am-not-that-interested" sama fotografi:
1st. Gue merasa gue gak pinter cari angle
Yes i am. Padahal waktu itu belom pernah coba taking picture. Jarang banget yang namanya Regina Abigail pegang kamera. Itu semua karena ke-tidak-percaya dirian gue pada saat itu

2nd. Tangan gue bergetar kalau megang camera
Entah di jampe-jampe atau apapun itu, dulu tangan gue selalu shacking kalo pegang camera

3rd. Gue males ngulik photoshop
i was a photoshop dummy back then. Buat gue, using picnik.com sounds more simple than have to re-open a pict, naik naikin curves, dan sebagainya. Padahal hasilnya pasti lebih bagus dan pastinya lebih puas sama hasil foto kita sendiri


Emang cuma 3 alasan, tapi ternyata berbuntut panjang untuk kedepannya. Yeah well, karena alasan pertama dan kedua , gue jadi gak percaya diri waktu memutuskan untuk mempunya camera digital pertama gue (canon ixus 105 hs). Tujuan awal beli camera itu adalah buat keperluan fashion blog gue. So i dont have to borrow my cousin's camera anymore to take an outfit post. Tapi... gue merasa terikat banget sama camera itu. Gue bawa kemana-mana buat foto yang menurut gue ya.... penting-penting saja. Akhirnya, gue punya ikatan senyawa kimiawi sama camera itu. Bahkan punya perasaan gak enak ketika camera itu dibawa nyokap gue utnuk jalan-jalan ke Spanyol. Hasilnya? camera gue jatuh saat lensanya terbuka. My camera officially broken.
Walau akhirnya gue dapet penggantinya  ( Fujifilm finepix s1600, Canon powershot A3200 is, Sony ericson DSC-W530), tapi camera pertama gue adalah benda bersejarah (atleast bagi gue) karena udah membuat diri gue berani mencoba suatu hal yang awalnya enggan gue coba. Kalau gak karena laptop bokap yang cuma bisa buka adobe photoshop cs 2, mungkin gue gak akan pernah bisa ngulik foto di photoshop dan gak akan pernah ngerti gimana cara naikkin contarst, brightness, bikin black and white, tekhnik hdr, dan lainnya. Dan pastinya, kalo gak pernah coba mainin adobe photoshop, mungkin sekarang gue masih bingung what shud i do for my future.

Terkadang, hal-hal simpel bisa menjadi halangan buat kita. Kayak alasan pertama dan kedua gue. Sebenernya itu nonsense banget kan? tapi kalau di diemin begitu aja, gak ada pergerakkan dari kita sendiri, itu semua gak akan pernah sembuh dan seterusnya akan begitu terus.
Contoh lainnya juga bisa diambil dari alasan nomor 3 gue. Males emang satu kata yang cuma bisa ruin everything. Ngaku deh, ada saat kita pengen ngelakuin sesuatu tapi kehalang sama yang namanya males sama mager(males gerak)? Pasti pernah meskipun orang yang rajin sekalipun. Efeknya? pasti hal itu tertunda malah ada hal yang akhirnya malah gak terlaksana. Kita juga pengennya serba instan dan males buat mengulang semua dari awal. Padahal, hasil yang instan gak selamanya baik. Waktu gue masih photoshop dummy, gue selalu merasa ada yang kurang waktu ngedit foto. Gue selalu ngerasa ada yang kurang dari foto gue. Entah kurang rapih atau kurang detil. I am not saying that photoshop is the best ya cuma ini berdasarkan opini dan pengalaman gue saja.

Dari hal-hal simpel juga, kita bisa mengetahui apa passion kita. Kayak contoh diatas, akhirnya dari hal-hal simpel diatas gue malah tau kalau gue ternyata punya big passion di fotografi. Dari awalnya mengaggumi, gak percaya diri, malahan sekarang udah bisa bikin beberapa shoot dan banyak artwork.

Mungkin banyak diantara kita masih bingung sama apa passion kita dan apa yang bakal kita lakuin kedepannya. Sebenernya, nyari passion isnt that easy dan selalu bertahap. Makanya, coba lakuin banyak hal yang bertolak belakang sama apa yang lo suka. Keluar dari comfort zone lo sesekali karena siapa tau passion lo malah diluar comfort zone lo itu. Terus manfaatin kesempatan yang ada, jangan malu nanya-nanya sama yang lebih berpengalaman, dan juga jangan ragu buat mulai dari awal. Kenapa? karena kita selalu memulai sesuatu dari awal kan? bukan dari akhir atau pertengahan hehe.

Jangan juga terlalu memaksakan kehendak orang lain, karena nantinya lo sendiri yang bakal hidup dengan pilihan tersebut, bukan dia. Misalnya, ambil contoh, lo maksain kemauan masuk IPA cuma gara-gara orang tua lo pengen banget lo masuk IPA. Padahal, passion dan kemampuan lo itu lebih bisa di realisasiin kalau lo masuk Social class. Okay, kita semua pasti pengen banget bisa banggain orang tua kita but hey! akan lebih bisa membanggakan lagi kalau misalnya di saat nanti, kita sukses di bidang yang kita mau kan? sounds more cool kan?. Inget juga, gak selamanya satu jurusan lebih baik dari jurusan lain. Semua jurusan ada plus minusnya. Social class, science class, kelas bahasa; semuanya punya untung ruginya, jadi gak selalu Science lebih baik dari semua, Social juga semua lulusannya calon pemimpin, dan Kelas bahasa selalu jadi yang terbelakang. Semua jurusan gak ada yang salah. Well, itu semua cuma myth. So dont ever believe on it. Percaya diri saja sama pilihan lo, kalau lo ngerasa itu yang terbaik buat lo.

Sukses atau gak nya kita itu diukur dari kerja keras kita dan seberapa cinta kita sama pekerjaan yang kita lakuin. Hard work+passion= successful future. whos with me? raise your hand:)

Labels