Adalah puisi, bukan cerita
Adalah tulisan, bukan perkataan
Adalah ekspresi diri, bukan omong kosong
Negeri kelabu itu terdiam, menatap pisau belati
Wanita asing siap disengsarai
Namun bukan wanita namanya kalo tak kuat
Walau semua orang tau, hatinya sudah terlebih dahulu dipancung
Kaki yang sudah tak lagi sepenuhnya berfungsi itu
Menuju tiang para pendosa
Tak tau bagaimana tapi dia tetap saja berjalan
Entah karena perasaan bersalah
Atau tak kuat menanggapi takdir
Sendiri di negeri asing
Tanpa ada topangan lain disisi
Kecuali iman yang tetap menguatkan hati
Sungguh tragis, namun inilah jalan hidupnya, eh?
Ibu, kau kuat
Kau sendiri, dapat menanggung tanggungan seberat baja
Aku yang mudapun tak mungkin kuat
Ceritamu,telah menorehkan sejarah di kain merah putih
Yang berkibar di bumi seribu pulau ini
Sejarah cerita tentang masa lampau
Dimana seorang pahlawan, pemberi makan bangsa
Hilang ditengah ketidak perdulian bangsa
*puisi ini didedikasikan untuk ibu Ruyati, sang pahlawan devisa
Monday, June 27, 2011
Monday, June 20, 2011
Skenario 5 Dunia Nirmala: Kembang Seroja
Skenario 5 Dunia Nirmala
Ini tentang masa depan
Nirmala sedang berjalan menuju pohon rindang disebelah timur laut desanya, ketika Aida, seorang gadis bertubuh jangkung mendatanginnya. Katanya "Hidupku hancur". Nirmala hanya melewatinya
Tak disangka, dia mengikutinya.
Lalu?
Seiring dengan nyanyian angin yang berdesir di telinga Nirmala, iringan langkah kaki kegusaran, ikut menjadi gendang yang tidak sesuai dengan nyanyian si angin. Si angin yang gusar lalu mempercepat ketukan lagunya menjadi stakato. Aida? tak mau kalah juga mempercepat tempo langkahnya. Nirmala bersikap tenang atau mencoba tenang, tetap melangkah pasti didepan menuju sebuah pohon rindang disebelah timur laut desanya
Sesampainya disana, Nirmala duduk dan memandang kearah hutan kelabu. Disampingnya, Aida menatap langit dan bersiap menyanyikan puisinya (atau puisi orang lain)
nada: D rendah
Lagu Sedih
Ketika sungai hutan kelabu
Menghampiri hati yang merona ini
Lalu mengubah warnanya menjadi kelabu
Sedih
Tapi apa yang harus saya lakukan???
Lelah ku berjalan
Jiwaku telah kusam di terpa asap kesusahan
Aku hanya tak kuat
Mungkin kata mereka
Memakan hati sapi adalah hal yang mudah
Bagiku itu sama saja menyakitkan
Aku tak suka melihat sesuatu menderita
Aku tak bisa hidup
Dengan menyakiti kamu
Walau kata orang
Saya ini bodoh
Menyimpan suatu rasa dalam hati
Dan ketika rasa itu tak terbalaskan
Adalah seperti ukiran belati di hati ini
Aku ini bodoh
Sama seperti apa yang mereka katakan
Lalu mengubah warnanya menjadi kelabu
Sedih
Tapi apa yang harus saya lakukan???
Lelah ku berjalan
Jiwaku telah kusam di terpa asap kesusahan
Aku hanya tak kuat
Mungkin kata mereka
Memakan hati sapi adalah hal yang mudah
Bagiku itu sama saja menyakitkan
Aku tak suka melihat sesuatu menderita
Aku tak bisa hidup
Dengan menyakiti kamu
Walau kata orang
Saya ini bodoh
Menyimpan suatu rasa dalam hati
Dan ketika rasa itu tak terbalaskan
Adalah seperti ukiran belati di hati ini
Aku ini bodoh
Sama seperti apa yang mereka katakan
Aku layaknya kembang seroja
Indah dipandang dan gampang dipetik
Ketika layu, dibuang begitu saja
Ketika tak menarik, akan menjadi abu yang pergi begitu saja
Ditelan hiruk pikuk kisah cinta picisan
Lalu, Aida menarik nafas, dan hilang bersama abu. Nirmala tertegun.
Ketika senja mulai menanti dan matahari mulai padam, Nirmala jalan ke arah biliknya. Sekarang Ia mengerti, bahkan seorang kembang seroja desa antah berantah tempat Ia tinggal bisa sakit hati. Semua orang bisa sakit hati, bahkan bodohnya bisa menyakiti diri sendiri.
CINTA BISA MENYAKITI SIAPA SAJA
ukir Nirmala di pohon Ara
Lalu, Aida menarik nafas, dan hilang bersama abu. Nirmala tertegun.
Ketika senja mulai menanti dan matahari mulai padam, Nirmala jalan ke arah biliknya. Sekarang Ia mengerti, bahkan seorang kembang seroja desa antah berantah tempat Ia tinggal bisa sakit hati. Semua orang bisa sakit hati, bahkan bodohnya bisa menyakiti diri sendiri.
CINTA BISA MENYAKITI SIAPA SAJA
ukir Nirmala di pohon Ara
Monday, April 4, 2011
lagi dan lagi
Kadang ketika cinta bukan menjadi hal yang menyenangkan.
Adalah seorang perempuan bernama Aura, seorang anak yang sungguh biasa saja, namun saya tau, ada suatu hal yang membuatnya menjadi tak biasa
Tersebut seorang pejantan bernama Yusuf, yang katanya pejantan kaya raya dari negeri seberang
Mereka bertemu di suatu dermaga, sama-sama menunggu kapal impian yang akan berlabuh. Suasananya dingin, menusuk jiwa.
Dipertemukan oleh angin, menjadi suatu keunikan tersendiri. Mereka pun menjalin komunikasi. Komunikasi cinta? belum tentu.
Dua insan berbeda kepribadian, adalah dua hal yang sulit disatukkan. Itulah mereka. Tak mengerti apa yang dirasakkan sang pria, begitupun yang wanita. Pusing? apalagi saya.
Sang pria keras kepala, yang wanita juga. Sifat yang betul-betul menjadi penghalang. Tak seperti ombak yang dapat mengikis batu karang, sifat ini sulit sekali dikikis. Maka mereka melilih untuk tetap begini, berdiri dalam ketidak pastian sampai suatu saat sang lelaki berkata bahwa dia sudah berpaling. Miris, ahmasa?
Ada lagi betina bernama Gasha, seorang pemimpi kelas kakap
Lagi-lagi, ada seorang perjaka bernama Ara, seorang penjual jam. Pasti dia tipe orang tepat waktu! Ah tidak juga...
Mereka menjalin suatu komunikasi, bukan juga cinta. Dulu si betina yang memulai, sekarang si pejantan. Tapi tak selamanya si pejantan itu ada. Kenapa? kurang tau juga
Loh mengapa ceritanya selesai??
Saya hanya tak kuat lagi menulis kisah saya sendiri
Adalah seorang perempuan bernama Aura, seorang anak yang sungguh biasa saja, namun saya tau, ada suatu hal yang membuatnya menjadi tak biasa
Tersebut seorang pejantan bernama Yusuf, yang katanya pejantan kaya raya dari negeri seberang
Mereka bertemu di suatu dermaga, sama-sama menunggu kapal impian yang akan berlabuh. Suasananya dingin, menusuk jiwa.
Dipertemukan oleh angin, menjadi suatu keunikan tersendiri. Mereka pun menjalin komunikasi. Komunikasi cinta? belum tentu.
Dua insan berbeda kepribadian, adalah dua hal yang sulit disatukkan. Itulah mereka. Tak mengerti apa yang dirasakkan sang pria, begitupun yang wanita. Pusing? apalagi saya.
Sang pria keras kepala, yang wanita juga. Sifat yang betul-betul menjadi penghalang. Tak seperti ombak yang dapat mengikis batu karang, sifat ini sulit sekali dikikis. Maka mereka melilih untuk tetap begini, berdiri dalam ketidak pastian sampai suatu saat sang lelaki berkata bahwa dia sudah berpaling. Miris, ahmasa?
Ada lagi betina bernama Gasha, seorang pemimpi kelas kakap
Lagi-lagi, ada seorang perjaka bernama Ara, seorang penjual jam. Pasti dia tipe orang tepat waktu! Ah tidak juga...
Mereka menjalin suatu komunikasi, bukan juga cinta. Dulu si betina yang memulai, sekarang si pejantan. Tapi tak selamanya si pejantan itu ada. Kenapa? kurang tau juga
Loh mengapa ceritanya selesai??
Saya hanya tak kuat lagi menulis kisah saya sendiri
Saturday, February 19, 2011
Karena saya adalah dagingmu, air mata tak hentinya mengalir
Cry me a river?
Saya tertegun membaca spanduk dijalan. Penolakkan pembangunan rumah ibdaha. Sudah setahun lebih saya tertegun didepan spanduk tersebut.
Hati saya teriris
Pilu
Lain lagi ketika saya menyalakkan televisi. Penyerangan kelompok agama yang katanya kafir. Lagi-lago, sudah lebih dari seminggu berita ini ditayangkan di telivisi, sampai bosan, sampai kesal. Ada apa ini?
Saya mungkin bukanlah orang yang bijaksana dan perdulian. Hari-hari saya pun begitu saja saya lalui dengan aktivitas segudang. Saya tak pernah perduli kegiatan sekitar, yang penting kegiatan saya saja. Kegiatan orang lain? itu urusan belakangan. Egois? mungkin saja. Terserahlah.
Saya tinggal di ibukota yang sama egoisnya dengan saya. Seakan-akan, kami mempunyai dunia masing-masing yang tak mungkin diganggu orang lain. Ibukota yang kekejamannya melenihi novel R.L Stein yang bercerita tentang hantu-hantu jahat pemakan manusia, monster-monster menakutkan yang bermuka dua. Di Jakarta semuanya itu real, terlihat nyata. Tak cuma kota yang egois, kota Jakarta adalah kota yang "memungkinkan" semuanya menjadi kenyataan. Like a dream comes true? mungkin saja. Namun dalam konteks yang berbeda. Konteks yang mengarah kepada kebencian, kepalsuan, kelihaian hantu-hantu merayu.
Tak perlu malam untuk melihat mereka. Bahkan seseorang memakai setelan jas rapih pun bisa menjadi salah satunya. Mereka itu monster, semuanya ingin diraih. Mukanya bermuka dua, cocok menjadi tokoh monster di kartun D.C. Cocok sekali. Senyum mereka yang mnyeringai, tampaknya sama seperti manusia serigala yang ada di werewolf. Tampak sangat nyata. Memang nyata, atau saya adalah bagian cerita mereka?
Sebuah kitab ditangan, setelan suci itu dipakainya, gagah sekali. Masuk rumah agama masing-masing. Namun hasilnya? katanya demi agama, namun saling mencemooh. Memakai kompor untuk saling menaikkan emosi. Yang satu bilang anjing, yang sana bilang tai. Tadinya, dijanjikan kerukunan agama. Tapi mana? sekarang sepertinya lebih baik menjadi seorang yang atheis, seorang yang tidak punya agama, karena mereka yang tidak punya agama adalah seseorang yang tidak pernah berantem soal agama. Tak ada gunanya. Memang, fanatisme mengalahkan semuanya.
Saya memang tak perduli, namun sampai kapan kita teridam termangu meratapi nasib ibukota ini?. Katanya saya dagingmu kawan, kalau saudara, mengapa kalian membut satu sama lain menagis tak henti?. A-N-E-H
Terlalu frontal? kadang kita sudah terlalu munafik karena tetap tersenyum ditengah kenajisan ini,
Saya tertegun membaca spanduk dijalan. Penolakkan pembangunan rumah ibdaha. Sudah setahun lebih saya tertegun didepan spanduk tersebut.
Hati saya teriris
Pilu
Lain lagi ketika saya menyalakkan televisi. Penyerangan kelompok agama yang katanya kafir. Lagi-lago, sudah lebih dari seminggu berita ini ditayangkan di telivisi, sampai bosan, sampai kesal. Ada apa ini?
Saya mungkin bukanlah orang yang bijaksana dan perdulian. Hari-hari saya pun begitu saja saya lalui dengan aktivitas segudang. Saya tak pernah perduli kegiatan sekitar, yang penting kegiatan saya saja. Kegiatan orang lain? itu urusan belakangan. Egois? mungkin saja. Terserahlah.
Saya tinggal di ibukota yang sama egoisnya dengan saya. Seakan-akan, kami mempunyai dunia masing-masing yang tak mungkin diganggu orang lain. Ibukota yang kekejamannya melenihi novel R.L Stein yang bercerita tentang hantu-hantu jahat pemakan manusia, monster-monster menakutkan yang bermuka dua. Di Jakarta semuanya itu real, terlihat nyata. Tak cuma kota yang egois, kota Jakarta adalah kota yang "memungkinkan" semuanya menjadi kenyataan. Like a dream comes true? mungkin saja. Namun dalam konteks yang berbeda. Konteks yang mengarah kepada kebencian, kepalsuan, kelihaian hantu-hantu merayu.
Tak perlu malam untuk melihat mereka. Bahkan seseorang memakai setelan jas rapih pun bisa menjadi salah satunya. Mereka itu monster, semuanya ingin diraih. Mukanya bermuka dua, cocok menjadi tokoh monster di kartun D.C. Cocok sekali. Senyum mereka yang mnyeringai, tampaknya sama seperti manusia serigala yang ada di werewolf. Tampak sangat nyata. Memang nyata, atau saya adalah bagian cerita mereka?
Sebuah kitab ditangan, setelan suci itu dipakainya, gagah sekali. Masuk rumah agama masing-masing. Namun hasilnya? katanya demi agama, namun saling mencemooh. Memakai kompor untuk saling menaikkan emosi. Yang satu bilang anjing, yang sana bilang tai. Tadinya, dijanjikan kerukunan agama. Tapi mana? sekarang sepertinya lebih baik menjadi seorang yang atheis, seorang yang tidak punya agama, karena mereka yang tidak punya agama adalah seseorang yang tidak pernah berantem soal agama. Tak ada gunanya. Memang, fanatisme mengalahkan semuanya.
Saya memang tak perduli, namun sampai kapan kita teridam termangu meratapi nasib ibukota ini?. Katanya saya dagingmu kawan, kalau saudara, mengapa kalian membut satu sama lain menagis tak henti?. A-N-E-H
Terlalu frontal? kadang kita sudah terlalu munafik karena tetap tersenyum ditengah kenajisan ini,
Thursday, December 30, 2010
Skenario 4 Dunia Nirmala: Karena Nila Setitik, Tong Kosong Di Balik Batu
Skenario 4 Dunia Nirmala
Esok hari adalah hari baru
Ya, saya tau sayang
Pikir Nirmala.
Yang benar, esok adalah tahun, awal tahun.
Adalah seorang pujangga mendatangi kampung pesisir pinggiran tempat Nirmala berlibur. Ia datang dengan cara aneh. Tidak pernah dijemput, tak pernah diantar
Setelan safari dengan topi jerami, sungguh necis. Membawa tas besar seperti nyonya dan tuan gedongan yang baru datang dari jauh atau seperti muda-mudi tahun 1932 menonton film di Bioscoop Metropool.
Indah dipandang wajahnya, sungguh beribawa. Umurnya sudah setengah abad, namun entah ramuan dari dukun siapa yang membuatnya menjadi lebih mudah 20 tahun dari umur aslinya. Kata orang, setiap kampung yang Ia datangi, pasti ada saja yang kepincut dan akhirnya menikah dengannya. Nanti, setahun dia tinggal di kampung situ dan berhasil buntingin perawan, baru dia pergi. Tragis
Anak-anak beriringan menyambut dia. Para gadis pun turut datang, ingin melihat rupanya. Tak terkecuali Nirmala, remaja haus cinta. Dan memang benar, perawakannya sungguh gagah dengan safari kebesarannya, topi jerami, dan tas besar. Nirmala tak tertarik, dia lebih memilih diam tak ikut celoteh sampai Ia duduk dan bercerita. Pria itu segera mencari gundukkan batu. membuka tas-nya lalu memulai ceritanya dengan salam.
"Salam sejahtera bagi kita semua yang berbahagia atas keadaan alam kita yang selalu mendukung"
....
"Kali ini saya akan bercerita tentang........"
*semua tegang*
"Karena nila setitik, tong kosong dibalik batu"
"...... Pada suatu ketika, hiduplah katak yang senang meminum susu. Ia mempunya teman. Gangster kelas bawal katanya, namanya udang. Mereka berteman baik dan tinggal disebuah tong kosong disebuah gundukkan dibalik batu. Dua-duanya hidup dengan buaian palsu dan kebohongan yang semakin hari semakin liar bermain di kehidupan mereka. Jelek.
Lalu, pada suatu ketika sang udang berkata bahwa dia akan melancong ke negara baru. Bodohnya, sang katak percaya saja. Padahal, sang udang hanya numpang kencing ke kampung sebelah, bayar hutang sama tuan tanah.Dasar udang! pada dasarnya memang otak udang, kotor dan tak ada isinya. Tapi, bodoh juga si katak mau percaya apa kata-kata udang. Dia malah meminta buah tangan berupa segelas susu.
Lalu pergilah sang udang ke kampung sebelah, bayar hutang, numpang kencing. Sang katak menunggu susunya. UDang tak kunjung datang, ada apa ini, semua tak tau. Sampai pada tahun baru tiba, udang tang kunjung ada. Semakin laparlah sang katak setahun tak makan. Malam pergantian tahun, tak kuat lagi katak menahan, matilah dia. Tak taunya, arwahnya masih gentayangan, pergilah dia berkelana cari si udang. Terbukalah kedok si udang. Dia di kampung sebelah, jadi kacung gangster Ayam(katanya sih paling ditakuti). Mukanya kuyu, seperti tak makan satu abad dan sudah siap jadi udang bakar. Hantu katak terbang kearahnya dan memanggilnya. Sang udang pun ketakutan, karena suara itu tak berwujud. Sampai hantu katak pun menjelaskan padanya temasuk maksud dia mendatanginya, yaitu balas dendam. Udang pun minta ampun, katanya dia salah meninggalkan nila setitik jadinya semuanya berantakkan gara-gara tong kosong di balik undakkan batu itu..... Belum selesai semuanya, sang udang ikut meninggal. Namun tak bertemu katak"
selesai......
Laksmi, salah satu gadis yang sedari tadi duduk manis telah terpilih jadi gadis sang pendongeng. Itu semua berarti, ceritanya sudah berakhir.
Cerita macam apa itu kawan! mungkin semua berfikir. Namun tak banyak orang yang bisa menangkap cerita ini.
Bagi Nirmala, tak pentinglah untuk berputar terlalu, dari awal juga sudah terlihat kalau tak baik hidup dalam sebuah kebohongan yang kosong dan nantinya akan ada maksud di akhirnya.
Jujur adalah kunci kehidupan, dan itulah yang diperlukan.
Nirmala tersenyum, menatap langit, siap menyambut tahun baru tanpa kebohongan. Bukan sok suci, hanya tak mau seperti udang.
Thursday, December 23, 2010
Skenario 3: Intinya, bumi perlu makhluk bajingan dan munafik
Skenario hidup 3 Nirmala
Hari ini, dua puluh empat disember
malam natal.
Bukanlah sebuah salju putih yang didapat, namun abu kemaraulah yang datang kemari.
Disana, duduk Nirmala yang sedang merenung. Kali ini, bukanlah sebuah kiasan yang Ia renungi dalam hati.
Bukan juga cinta, dan rasa kangennya.
Lalu, apadong?
Bumi ini semakin renta. Kakek-kakek saj kalah renta. Semakin sakit oleh perilaku para bajingan yang munafik. Nama lain mereka adalah manusia. Nirmala memandang ke arah langit, matahari tak lagi tersenyum gembira, namun, tersenyum terlalu gembira. Panasnya sungguh terik, menyayat hati hayati.
Dan dunia tak lagi hijau, namun coklat terbakar senyumnya. Jadi apa guna awan selama ini?
Awanpun tak kuasa melawan sinarnya. Lapisan hati bumi sudah terkelupas, sebentar lagi bolong.
L-E-N-Y-A-P
Manusia itu bajingan. Bagaimana tidak? mereka tak perduli keadaan alam ini. Tetap saja disakiti. Asap mengepul tak henti-hentinya, hujan abu pembakaran dimanamana. Tak adakah sedikit dari mereka yang mau berbaik hati berbagi kasih kepada bumi ini? tentu saja ada, namun tak banyak, tak sedikit. Tidak akan pernah lebih. Mereka membiarkan matahari terlalu gembira. Ya, matahari memang harus bergembira, namun, apakah akan menggembirakkan bila hujan asap itu merusak lapisan hati dan membuat bumi ini menangis?.
Hari ini sama saja seperti kemarin. Tak ada perbedaan dan perubahan. Namun kali ini, suara tangisan yang miris terdengar sayup-sayup dari hutan belakang. Nirmala menoleh, awalnya bergidik tajam, sampai akhirnya suara itu tambah jelas dan bernyanyi;
S
nada:bes(stakato)
S itu sakit
Sakit perih menyelimuti hati ini
Aku ini inti bumi, kau btak akan pernah menemukanku
BIarpun kau ratu pantai selatan
Biarpun kau sehebat penyihir
Kau takkan pernah menemukanku, bahkan mencariku
Hatiku sakit seperti disayat sayat pedang jengiskhan sebanyak seribu kali
Seperti dimasukkan kedalam kamar gas pada zaman nazi
Seperti ada ditengah perang salib
Seperti itu
Kalian tak pernah mengerti
Tak tau terima kasih
Sudah tinggal malah merusak
Kacang lupa(merawat) kulitnya
Kau biarkan sang surya tertawa terbahak-bahak
Kau biarkan daku sakit
Kau buat saya kerontang
Es di utara dan selatan menyatu dengan air di samudera
Kemarin, temanku si nohop(pohon) mati
Ditebang, lalu kau duduki
Kau tulisi
Setelah dia kau kuliti
Munafik!
Apa arti teriakkan kalian "go green"
Akhirannya juga..... balik lagi
Bajingan
Kalian sama semua
Cuma bisa, bergantung
Namun tak mau berusaha
Perlukah kami bersatu, membentuk ombak, dan menghancurkan kau?
Biar tau rasa
Lagu itu mengalun pelan, di akhiri hembusan angin.
Nirmala terkesima, dan sadar bahwa di dunia ini, tak hanya manusia yang perlu akan bumi, namun bumi juga butuh orang-orang munafik dan bajingan seperti manusia
Nirmala berdiri, namun tetap melamun, Entah sampai kapan iya pergi dari lamunannya
Saturday, December 18, 2010
C untuk.... apa?
Cinta adalah hal luar biasa yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia
manusia kepada Tuhan
Pejantan kepada betinanya
Lelaki kepada perempuan
bla.. bla.. bla...
hahaha
BULLSHIT
TAI BANTENG
Cinta adalah omong kosong belaka didalam hidup ini, kalau kau tau, dan kalau kau mau berkata demikian.
Ketika kau sakit hati, kau akan berkata demikian.
Intinya: cinta itu tak permanen( ah masa???)
Saya bukanlah seorang doketer cinta, nahkan pujangga cinta pun bukan. Namun saya mengerti apa itu cinta
dari realita kehidupan.
dari kehidupan yang sebenarnya....
Panggil saja saya A. Bisa anjing, bisa alay, bisa apapun itu. Terserah kalian.
Saya sudah terbiasa menjadi "penghibur". Ya, dalam arti kata lain. Saya ini, wanita tanpa cinta. Tak pernah ada cinta dalam hati ini. Selalu kosong, seperti laut tak beriak.
Kalau orang berkata, bahwa hubungan intim adalah precious, bagi saya tidak. Setiap malam, dengan gampangnya para pria hidung belang mengeluarkan uang yang banyak untuk bertemu saya dan....(bisa anda teruskan sendiri)
Sudah biasa saya merasakkan berhubungan tanpa cinta. Kalau kata penyanyi, cinta satu malam, namun tak akan pernah saya kenang.
Cinta itu berahi, cinta itu eros!
Salah kalian bilang kepada pacar kalian" Cintaku tulus sayang kepadamu...."
Those words are totally bullshits!
Bodoh kalian! apalagi yang percaya.
Saya berani bertaruh, bahwa pada akhirnya, itu semua akan menjadi bubur, yang nantinya tertelan begitu saja, lalu dibuang dari lubang belakang. Dan yang pasti, sudah menjadi nista.
Sakit hati akhir-akhirnya. Nantinya jadi benci satu sama lain. Lalu menjadi perang. Lalu habis.
Bukannya saya tak percaya cinta, namun ... ya pengalaman mengajari kita semuakan?
Cinta itu tak pernah ada yang manis
Cinta itu selalu bohong
Cinta itu selalu menyakiti
wait a minute..... selalu menyakiti?
Cinta itu HARUS SIAP DISAKITI
Tapi, apakah akan ada yang percaya, kepada kata-kata saya?
SAya hanya seorang lonte'
yang berusaha bijak
manusia kepada Tuhan
Pejantan kepada betinanya
Lelaki kepada perempuan
bla.. bla.. bla...
hahaha
BULLSHIT
TAI BANTENG
Cinta adalah omong kosong belaka didalam hidup ini, kalau kau tau, dan kalau kau mau berkata demikian.
Ketika kau sakit hati, kau akan berkata demikian.
Intinya: cinta itu tak permanen( ah masa???)
Saya bukanlah seorang doketer cinta, nahkan pujangga cinta pun bukan. Namun saya mengerti apa itu cinta
dari realita kehidupan.
dari kehidupan yang sebenarnya....
Panggil saja saya A. Bisa anjing, bisa alay, bisa apapun itu. Terserah kalian.
Saya sudah terbiasa menjadi "penghibur". Ya, dalam arti kata lain. Saya ini, wanita tanpa cinta. Tak pernah ada cinta dalam hati ini. Selalu kosong, seperti laut tak beriak.
Kalau orang berkata, bahwa hubungan intim adalah precious, bagi saya tidak. Setiap malam, dengan gampangnya para pria hidung belang mengeluarkan uang yang banyak untuk bertemu saya dan....(bisa anda teruskan sendiri)
Sudah biasa saya merasakkan berhubungan tanpa cinta. Kalau kata penyanyi, cinta satu malam, namun tak akan pernah saya kenang.
Cinta itu berahi, cinta itu eros!
Salah kalian bilang kepada pacar kalian" Cintaku tulus sayang kepadamu...."
Those words are totally bullshits!
Bodoh kalian! apalagi yang percaya.
Saya berani bertaruh, bahwa pada akhirnya, itu semua akan menjadi bubur, yang nantinya tertelan begitu saja, lalu dibuang dari lubang belakang. Dan yang pasti, sudah menjadi nista.
Sakit hati akhir-akhirnya. Nantinya jadi benci satu sama lain. Lalu menjadi perang. Lalu habis.
Bukannya saya tak percaya cinta, namun ... ya pengalaman mengajari kita semuakan?
Cinta itu tak pernah ada yang manis
Cinta itu selalu bohong
Cinta itu selalu menyakiti
wait a minute..... selalu menyakiti?
Cinta itu HARUS SIAP DISAKITI
Tapi, apakah akan ada yang percaya, kepada kata-kata saya?
SAya hanya seorang lonte'
yang berusaha bijak
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
- a hello (1)
- art (6)
- digital imaging (14)
- life (3)
- naration (14)
- ngelantur (7)
- photograph (10)
- poem (3)
- poetry (2)
- promotion (1)
- skenario dunia nirmala (7)
- sketch (1)
- storries (16)
- Story (4)